Trivial Memo for a Meaningful Life

A Bit Goodness is Better than not

 

Bukan blog baru

 

Bismillahirrahmanirrahim..

ku buka langkah baru dengan mengaktifkan blog ini :)
rasa-nya belum telat walau SKL(surat keterangan lulus) sudah di tangan..hehe

Sebenarnya saya sudah punya blog sebelumnya, yakni dengan alamat: meda66.mul**ply.com
karena pihak mul**ply-nya mendapat ujian(baca:tutup buku), #eh.. -_-’
mengakibatkan semua akun di web tersebut tidak berlaku.

Ok. Semoga penjelasan singkat ini bisa membuka wawasan biar ga su’udzon (berburuk sangka).
Lagi pula mumpung difasilitasi sama kampus, eh almamater kampus..hehe

Hmm.. Pada prinsipnya saya hanya ingin berbagi.. entah melalui media apapun fasitatornya yang penting bisa memberikan manfaat ya, InsyaAllah.

kalo lirik2 kayaknya udah ada tuh akun yg base-nya alumni.ipb.ac.id.
tapi kalo masa transisi gini (belum dapet ijazah) kyaknya belum di akui jadi alumni..hehe

Berasa masih jadi mahasiswa :D

 

Tentang diriku

 

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang,

Inilah aku yang terlahir sebagai seorang wanita, Alhamdulillah, karena kau tahu betapa lembutnya hati seorang wanita. Bisa dikatakan sebenarnya aku adalah seorang yang sensitif, namun tak berarti mudah tersinggung. Aku menyadari banyak sifat kurang baik yang ada dalam sikapku. Bagi beberapa orang yang baru bertemu atau tidak terlalu kenal, mereka memberikan kesan ‘rada jutek’ dan ‘agak cuek’. Tapi sungguh sebenarnya bukan itu yang ku maksud. Mungkin karena aku yang sedikit keras kepala, ya keras kemauan karena ada niat yang insya Allah dalam kebaikan tentunya. Dalam beberapa kasus ada pula yang mengatakan aku seorang yang tegas, dan yang aku sadari aku memang orang yang suka ‘to do point’. Tidak menyukai sesuatu yang harusnya dilaksanakan segera tapi malah ditunda atau kebanyakan basa-basi dulu, karena dalam hati terbesit “Hei, Ayo gerak! Kapan beresnya kalu gitu terus” dan “Bismillah aja”, itulah yang kata yang kata seorang sahabat sering aku katakan untuk memotivasi teman-teman.

Perfectsionis? Hm tidak juga,. Aku hanya mengusahakan yang terbaik.. dan menjadi yang terbaik itu tidak harus sempurna. Setiap orang pasti memiliki kekurangan dan kelebihan. Yap, semangat dalam sesuatu yang menjadi amanahku, walaupun terdakang bisa jadi tak semangat jika lingkungan di sekitar tidak mendukung,. Hm, haruskahku yang membawa iklimnya.. So, terkadang aku memang tergantung sama ‘mood’, tapi Alhamdulillah nya kebanyakan moodku bagus,. Karena aku sendiri seorang yang ‘Positif Thingking’ and ‘be sugestive’.. ya aku telah menyadari adanya kekuatan itu..

“Allah selalu mengikuti sangkaan hamba-Nya. Allah menyertaimu jika kamu berdzikir kepada-Nya”
Dengan kata lain terkadang sudah tertanam pula dalam benak ini, untuk mencetak ide baru (inisiatif/kreatif) denga koreksi rataan kurang berani menjalankan sendiri, sehingga butuh bantuan juga dari teman-teman untuk ide yang sifatnya untuk agenda bersama.

Tiada yang dapat ku persembahkan, namun adapun buah torehan nyata karyaku dengan bakat dan fasilitas yang Allah beri padaku. Semampuku aku berusaha.. Apa yang ku pelajari, ingin selalu ku terapkan.. Semoga diri ini bisa menjadi manfaat bagi yanng lain.
Mohon maaf atas segala kekurangan,. Mohon dukungan untuk kebaikan..
Semoga diri ini bisa istiqomah dalam memegang amanah. Aamiin
Wallahu’alam bishowab..

 

Sebuah Fungsi, Perjalanan dalam Kehidupan (choose your life function!)

 

Waktu yang terus berjalan, memberikan kita banyak pilihan. Ya, pilihan untuk menjalani kehidupan yang konstan saja seperti fungsi konstanta f(x)=a, atau perubahan-perubahan menuju kebaikan baik dalam setiap klise yang kita lewati. Saat kesempatan itu hadir jadikan sebagai sarana untuk mengasah diri kita menjadi lebih baik. Syukur Alhmadulillah, aku diberikan kesempatan menimba ilmu di Institut Pertanian Bogor sebagai mahasiswa matematika. Tak hanya itu, kesempatan terbaik yang menjadikanku mahasiswa sebenar-benar mahasiswa yang memiliki aktivitas perubahan menuju kebaikan adalah Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Al-Hurriyyah. Sejak pertama bergabung dari tingkat persiapan bersama (TPB), aku merasakan nikmatnya berorganisasi. Tapi yang ini beda, ya benar-benar beda. Menjadi pengurus LDK saja tidak mudah, harus melewati beragam seleksi. Sungguh, banyak potensi diri yang bisa kita gali dari program seleksi itu, meliputi aspek ruhani, sosial, kreativitas, kepemimpinan, bahkan kemandirian secara finansial. Perihal manajemen, tentu saja dengan berorganisasi kita berlatih untuk lebih dapat mengatur kegiatan sehingga menjadikan waktu kita lebih bermanfaat.

constant life

Mulanya diantara semua kegiatan sehari-hari yang aku lakukan bersifat fluktuatif. Ada kalanya mampu menebar kebaikan dan memberi manfaat, namun itu hanya bersifat sementara bergantung mood, apabila tidak ada yang mengingatkan maka menjadi tidak bermanfaat bahkan menyia-nyiakan waktu, Astaghfirullah. Sebagai mana fungsi f(x)=sin⁡x atau f(x)=cos⁡x yang memili periodik, tak pernah stabil. Hal ini lebih banyak disebabkan karena faktor lingkungan keseharian yang tak menuntut perubahan kontinu, ketika ada yang mengajak yang baik, kita ikut baik. Bahkan ketika ada yang buruk, kita bisa terpuruk, Na’udzubillah. Untuk itulah diperlukan sebuah lingkungan yang kondusif sehingga mampu senantiasa menebar kebaikan dan mengajak orang lain turut mengerjakan kebaikan itu, dengan kata lain ialah dakwah. Di LDK, ya di Al-Hurriyyah ini aku merasakan sebuah ikatan. Ikatan kebaikan, ikatan persaudaraan yang sering kali aku rasakan, senantiasa saling mengingatkan, kepedulian, kasih sayang. Ukhuwah, Subhanallah betapa indahnya persaudaraan islam itu.

Sin cos life

Ketika amanah itu datang, sesungguhnya aku khawatir aku tak sanggup karena aku masih belajar, ya masih banyak butuh pembelajaran. Namun, ukhuwah itu menguatkanku, saudara-saudari disekililingku siap membantu, memberi masukan dan inspirsasi baru. Terbukti, inilah cara Allah menjagaku, inilah sarana untuk pembelajaranku, perbaikan diriku. Saat semangat itu ada, mungkin kita merasa kita sedang menapaki kebaikan. Namun hati-hati kawan! Luruskan niatmu jangan berlebihan, jangan sampai ada titik kesombongan. Menanjak terus seperti fungsi ekponensial pun tak baik 〖f(x)=e〗^x,x>0. Perhatikan dirimu, ia juga punya hak yang harus dipenuhi. Ya, seringkali kita abaikan tubuh ini yang punya hak untuk dijaga kesehatanya yang mana sebagai rasa syukur kita juga kepada Allah Yang Maha Pengasih. Sakit, ya ketika kita sakit secara otomatis ukhuwah itu berperan diamana saudara-saudari kitalah yang mempedulikan kita, mendoakan kita. Untuk itulah, kita juga harus saling mendoakan dan menjaga saudara-saudari kita.

eksponential life

Ibarat sebuah fungsi f(x) dengan x merupakan variabel dari waktu, fase kehidupan yang kita jalani adalah kita yang menentukan pergerakannya, apakah stabil atau dinamik, monoton naik atau monoton turun, memiliki titik kritis maksimum atau minimum. Jika memang harus memilih, aku akan memilih sebuah fungsi yang memiliki fungsi sigmoid seperti 〖f(x)=1/(1+e〗^(-x)). Sebuah fungsi kehidupan yang dilandasi ke-istiqomahan dalam perubahan menuju kebaikan. Berada di lingkungan yang baik, ukhuwah yang indah, menebar kebaikan, menyampaikan kebenaran, dibina dan membina.

sigmoid life

Karena dunia ini hanya sementara, dan kita tak tahu sampai mana waktu yang diberikan untuk kita, untuk itu marilah kita berkarya selagi kita bisa. Capai kestabilan sigmoid dan jaga kemonoton-an naiknya, luruskan niat mencari Ridha Allah. Bersama ukhuwah kita jalani, menunaikan amanah, diperkuat dengan lantuna do’a Rabithah, niscaya Allah memberkahi langkah ini.
“Ya Allah tempatkan kebenaran sebagai yang benar, beri kekuatatan mengikutinya, dan tempatkan kebathilan itu sebagai yang bathil beri kekuatan menjauhinya.”

 

Outstanding Student

 

• Outstanding student of the Mathematics Department year 2012.
• 1st consolation prize winner of outstanding student Faculty of Mathematics and Natural Sciences 2012 with paper titled “Formulation for Determining the Credit Interest Loan Fund”.
• Finalist in the competition of initiative copyright contest delegated from Department of Mathematics in Faculty of Mathematics and Natural Sciences 2012, paper titled “Neural Network Back Propagation Prediction Methods for Drug Test Shabu type (Methamphetamine Hydrochloride) Through the Blood Drops”.
• Finalist in the competition of the Scientific Week in Faculty of Mathematics and Natural Sciences 2011, paper titled “Stickers Numbers and Operations Math for Unique and Interesting Visualization Methods in Elementary Mathematics Learning”.
• 1st champion of contest making anti-drug advertisement in the series of “Let’s Fight Against Drugs” TPB-IPB 2010.

 

dan kau pun bisa

 

“Baa aaa taa, … saa daa jaa, … ”, terdengar suara kecil terbata-bata dari dalam kamar. Alhamdulillah, terharu walau pun sangat lucu. Ya, mendengar seorang anak kecil yang belajar mengaji, membaca buku yang namanya IQRO’. Tak disanggka usianya yang sangat dini dia begitu serius belajar, walau terdakang lupa dan memilih-milih huruf atau pun halaman yang ia suka. Maklum lah anak usia tiga tahun. Untuk seusia ini sudah mencapai huruf qof, Subhanallah… Da kau pun bisa …
Beberapa saat setelah itu, terdengar lagi suara, “i be ubu, iiibuuu, U be ibi, uubiii … ”. Ternyata, tak hanya mengaji, batita itu pun belajar membaca huruf latin. Ia sudah bisa mengeja untuk kata yang berisikan tiga huruf. Apakah ini sudah biasa dikalangan anak usia tiga tahun? Sepertinya tidak. Tapi kau pun bisa …
Cerdas! Bagaimana anak kecil itu bisa mahir, tak lain adalah karena peran orang disekitarnya, dan untuk usianya yang dini dia tak lepas dari peran sang ibu, lihat saja kalau dia baru bangun tidur orang pertama yang ia cari adalah ibu, dan jika menangis yang dipanggilnya juga adalah ibu. Ibu oh ibu, dengan latar belakang seorang guru, ibu itu mengajari anaknya dengan penuh kasih sayang. Sedikit omelan yang berarti tanda sayang, dan lihatlah hasilnya. Anak itu tidak merasa terpaksa, bahkan ia merasa senang ketika orang-orang disekelilingnya tersenyum senang melontarkan pujian. Namanya juga anak kecil pasti senang kalau dapat pujian. (*kalau masih suka pengen dapet pujian berarti anak kecil )
Oia, ternyata anak kecil ini juga sudah hafal beberapa doa, salah satunya juga doa untuk orang tua. Walaupun pengucapannya masih belum benar seratus persen, maklum belum bisa mengucapkan huruf “errrr” dengan jelas. Namun pada waktunya kau pun bisa …
Subhanallah walhamdulillah, si penulis bersyukur dalam hati dan kenyataannya sambil menitikan air mata kerinduan saat menulis cerita ini. (I love you mom, walaupun tulisan ini bukan dibuat untuk hari ibu)
Kemudian anak kecil itu pun belajar menulis, berusaha mengikuti bentuk huruf yang ia baca. Walaupun belum bisa menulis dengan baik dan benar, tapi yang namanya anak kecil pasti suka diberi pulpen, pensil, spidol, crayon atau pun alat tulis lainnya. Jangankan kertas atau tembok yang ditulis, tangan dan kakinya pun tak kalah ditato. Ya, kalau sudah tau begitu segera diperingati dengan tegas dan segera ajak cuci tangan. Menulis di tangan atau pun kaki juga termasuk proses belajar yang tak cukup sekali. Untuk mengatasi hal itu, berikan sarana yang cukup agar ia bisa dengan leluasa mengeksperikannya diatas kertas yang seharusnya. Dan kau pun bisa …
“kreekk, assalamu’alaikum … ”, pintu kamar itu pun dibuka, penulis menghampiri anak kecil itu. “Kumsalam ”, anak kecil itu pun menjawab dengan refleks yang maksudnya “Wa’alaikumsalam”. Dengan senyum lebar dan menyodorkan buku yang dipegangnya, ia memberitahukan penulis bahwa ia sudah belajar. Sangat senang penulis rasanya memililiki adik yang lucu dan cerdas seperti ini. Andai saja bisa setiap hari di rumah, pasti penulis bisa menemaninya di waktu pagi tanpa harus merepotkan ibu yang harus pergi bekerja dan membawanya ikut serta. Keluarga penulis yang sederhana, membuat kehadiran penulis sangat dirindukan di keluarga (*pede mode on). Sayangnya penulis tak bisa seperti itu, karena harus merantau klembali menimba ilmu di luar kota, jadi inilah saat libur yang dirindukan penulis untuk menjaga adik kecilnya.
Apakah pembaca memeperhatikan apa saja yang yang anak kecil itu lakukan? Belajarlah dari si kecil. Seorang anak kecil saja mau dan bisa belajar, walaupun ia harus mendapatkan omelan terlebih dahulu, dengan ketegasan dan tidak terlalu dimanja. Tak jarang ia melakukan kesalahan dari hal keingintahuannya. Namun dengan sarana yang ada, ia bisa diarahkan. Jika si kecil saja bisa, maka entah itu dalam proses belajar maupun ujian keseharian, jangan tanya mana sarananya tapi ciptakanlah sarana itu karena kita bukan anak kecil lagi. Dan kau pun bisa..
Tambahan, teruntuk muslimah nan shalihah, cukup jadi pembelajaran sejak dini bagaimana kita bisa mendidik seorang anak. Terutama pendidikan di usia emasnya. Jadilah ibu yang terbaik untuk anak-anaknya. Dan kau pun bisa …
Inilah tulisan penulis dengan segala keterbatasn penulis, karena memang si penulis baru lah belajar membuat cerita tertulis. Harap maklum dari penulis, jika berekenan silahkan diajarkan untuk menulis. Mungkin tulisan ini tak panjang dan tak puitis. Sekian, salam dari penulis.